My Little Story Goes Here

Breaking

Jumat, 08 Maret 2024

HATI GELAP VIA

 

Author: Stevanus Pv

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


   Beep... Beep... Beep...

Suara yang terus berbunyi dengan ritme yang sangat rapi, disana tampak seorang wanita tampak duduk sendirian di sudut kamar kecilnya yang gelap. Suara  Cahaya lampu remang-remang tampak sayu mengikuti suasana kamar tersebut. Sinar rembulan masuk ke dalam kamar melalui celah-celah kecil jendela yang sangat kotor. Dia duduk di atas tempat tidur tua yang rapuh memeluk lututnya erat-erat dan ketakutan.

    "Via gak salah! Via selalu menurut! Jangan marahi Via!"

Namanya Via, seorang gadis remaja yang sedang kalut dan cemas tentang semua pemikirannya. Malam itu Via merasakan kesepian yang menusuk hatinya. Dia terperangkap dalam kegelapan yang menyakitkan. Hanya ada satu macam suara yang mengisi kamar tidur tersebut. Tak ada yang bisa di panggil, tak ada seorang pun untuk diajak berbicara. Tak ada teman yang bisa dicari. Seluruh dunia seakan menjauh, teman-temannya telah lama pergi meninggalkannya. Keluarganya pun pergi jauh ke negeri yang antah berantah yang Via sendiripun tak pernah tahu negeri itu berada dimana.

Via mulai bangkit dari kasurnya. Diluruskannya kedua kakinya yang mungil itu. Selangkah tapi pasti, Via mulai berjalan menuju ke jendela. Via teringat akan kenangan masa lalunya yang penuh tawa dan keceriaan. Namun, kini hanya tinggal kenangan yang menyakitkan. Kehilangan orang-orang yang dicintainya tanpa ada alasan yang jelas. Kekosongan di hati Via tampak jelas seperti lubang yang tak berdasar, tak tahu dalam isi hatinya.

Ditengoknya sisi jendela tersebut, mencoba mencari pelipur lara dalam rembulan sayu. Via menatap beberapa bintang-bintang di langit malam. Namun, bahkan bintang-bintang itu pun terasa jauh dan dingin seperti hatinya yang kedinginan.

Via pun akhirnya menangis terisak, hening tanpa suara teriakan. Sedih itu yang bisa di lihat dari wajah mungilnya yang di terangi sinar rembulan. Hatinya yang gelap sudah tak mampu berharap apa-apa lagi. Lemas terasa di kedua tangannya yang mencoba mengusap air mata. Harapan dari seorang gadis cilik yang ingin kehidupan baru dengan adanya seseorang yang menemani hidupnya layaknya datangnya pagi yang baru. Via berharap mungkin suatu saat nanti, kesepiannya akan sirna dan dia akan menemukan cahaya kebahagiaannya yang baru. Terjebak di kamar tidur gelap ini, hanyalah ratapan kesendirian yang menyelimuti dirinya dalam keheningan malam.

Via kembali ke ranjang tuanya. Sembab matanya mulai membuat via mengantuk. Perlahan Via mencoba melupakan kesendiriannya. Tak terasa semuanya menjadi gelap secara perlahan.

    "Bangun nak, ini sudah jam enam sore. Sudah ibu bilang jangan tidur sore kamu malah tidak mau mendengarkan ibu. Nanti kamu tidak bisa tidur malam"

    "Eh iya bu. Bener kata ibu. Via jadi mimpi buruk bu."
    "Via mandi dulu ya bu, ibu sudah buat makan malam kan ?"

    "Eh ini anak bukannya selesaikan dulu mandinya malah tanya makan malam, sudah sana cepat mandi"

 

Mimpi itu bagai kehidupan kedua manusia

Kadang bisa terasa nyata tergantung bagaimana kita memaknainya

-Stevanus Pv-